Akibat Pemakaian Celana Terlalu Ketat Setiap Hari

Akibat Pemakaian Celana Terlalu Ketat Setiap Hari

Akibat Pemakaian Celana Terlalu Ketat Setiap HariMengikuti tren boleh-boleh saja. Tapi kalau sudah sampai pada wilayah produktivitas dan efektivitas berkehidupan, tentu saja bukan masalah yang sepele. Banyak sekali akibat dari pemakaian celana terlalu ketat setiap hari. Bahkan sumber kejahatan seksual, pada umumnya disebabkan oleh hal-hal seperti ini. Setelah kejadiaan tak diinginkan itu terjadi, hanya ada penyesalan yang berkelanjutan.

Celana yang terlalu ketat saat ini bukan hanya dikonsumsi para wanita. Tetapi juga laki-laki. Mulai dari remaja hingga dewasa pun menggandrungi model celana ini. Yang penting penuh gaya dan gaul. Kalau jarang tidak mengapa. Tapi kalau terlalu sering, sebaiknya jangan. Pori-pori kulit juga memerlukan kebebasan.

Khususnya untuk wanita. Pemakaian celana yang terlalu ketat bisa menyebabkan kanker. Tanpa disadari, udara yang masuk ke area reproduksi akan minim. Padahal alat reproduksi wanita merupakan salah satu bagian paling penting dalam sejarah hidup seseorang. Sekali terkena kanker, maka biaya untuk pengobatan akan sangat mahal. Jadi, lebih bagus perbanyak pemakaian celana longgar, ya.

Dampak lainnya bisa menyebabkan infeksi pada saluran untuk buang air kecil. Terutama kalau saat pembersihan usai kencing tidak bersih. Kotoran yang menempel akan timbul jamur di area intim. Selain itu, akibat celana yang terlalu ketat bisa juga membuat peredaran darah tidak lancar. Bayangkan kalau pemakaian celana seperti ini dilakukan setiap hari. Padahal, tubuh masih memerlukan distribusi darah yang rutin.

Selain masalah kesehatan, soal kenyamanan juga bisa berpengaruh. Berapa banyak wanita yang membuang rasa nyaman demi terlihat modis dan trendi? Tepuk tangan dan pujian selamanya tidak akan pernah bisa menggantikan kenyamanan dalam hidup. Kesetiakawanan juga tidak berhubungan dengan kenyamanan akibat memakai celana terlalu ketat.

Tak dapat dipungkiri, saat seseorang rutin memakai celana yang terlalu ketat, pingulnya mudah nyeri. Kaki juga akan mudah kesemutan. Efeknya, juga bisa dirasakan tulang belakang. Kebanyakan perempuan lebih sering memilih menyenangkan orang lain dulu daripada dirinya sendiri. Mungkin ini baik untuk satu sisi. Tapi kurang baik untuk banyak sisi. Sebab, ialah yang pertama kali merasakan dampaknya.

Sebenarnya celana ketat saja sudah cukup. Tidak perlu yang terlalu ketat, sampai menonjolkan bagian tubuh. Setidaknya dengan memberi ruang untuk tubuh dan pori-pori kulit, dampak buruk bisa dihindari. Lagi pula, kalau celana terlalu ketat, bukankah akan sulit saat melakukan pergerakan? Misalnya saat mau mengambil sesuatu yang jatuh. Untuk menunduk saja susah, apalagi untuk jongkok.

Bahkan pernah tersiar kabar dari The Sun, bahwa ada seorang wanita tua yang hampir tewas gara-gara memakai celana terlalu ketat. Kok bisa? Rupanya permasalahannya sangat sederhana. Namanya Jane Rylance. Saat itu ia tengah menghadiri pesta. Gara-gara ingin tampil muda, ia pun pakai celana super ketat. Begitu melompat, ia jatuh dan pingsan. Hampir saja ia mati kalau tidak segera sadar. Ngeri, ya