Pastikan Minyak Goreng di Dapur Tidak Keruh

Pastikan Minyak Goreng di Dapur Tidak Keruh

Pastikan Minyak Goreng di Dapur Tidak KeruhKeberadaan minyak goreng di dapur menjadi barang wajib yang tak terpisahkan. Hampir tidak ada seorang ibu rumah tangga pun yang tidak menggunakan minyak goreng di dapur. Alasannya sederhana. Gorengan disukai oleh anggota keluarga. Selain alasan rasa, minyak goreng yang higenis juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Terutama karena mengandung vitamin A dan E yang cukup tinggi.

Tapi harap hati-hati saat menggunakan minyak goreng. Pada umumnya, ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng berkali-kali. Bahkan sampai habis baru beli. padahal ini bukan kebiasaan yang menyehatkan. Tahukah? Minyak goreng yang dipakai berkali-kali bisa mendatangkan penyakit jantung. Ini karena kejernihan minyak sudah pudar.

Para dokter dari AIIMS telah melansir sejumlah kategori kandungan lemak dalam makanan. Jumlahnya sekitar 4 jenis. Ada lemak jenuh, lemak tidak jenuh, ada lemak mono, ada pula lemak trans. Nah, lemak trans ini yang biasanya ada di minyak goreng yang sudah dipakai secara berkali-kali. Mereka berasumsi bahwa dampak yang ditimbulkan dari lemak trans-lah yang paling berbahaya.

Minyak goreng yang bagus hanya boleh memiliki kandungan lemak kurang dari 4 gram. Lantas, bagaimana caranya agar minyak goreng tidak mudah keruh? Seorang ibu rumah tangga yang baik pasti memedulikan kesehatan para anggota keluarganya. Namun sangat disayangkan, kebanyakan ibu rumah tangga tidak tahu bagaimana caranya memilih minyak goreng yang berkualitas. Asalkan murah, langsung dibeli.

Cara mendapatkan minyak goreng berkualitas sangatlah mudah. Beberapa produk ternama dengan kemasan bagus biasanya terjamin dari segi higenis. Sebaliknya, minyak hasil daur ulang biasanya tidak mempedulikan kemasan. Oleh karena itu, minyak hasil daur ulang dipatok dengan harga yang cukup murah. Sayangnya, minyak jenis inilah yang mudah keruh hanya dengan pakaian beberapa kali saja.

Perhatikan pula besar nyala api di kompor. Jika api terlalu besar, tentu saja bisa bikin minyak mudah berubah warna jadi cokelat hingga menghitam. Jadi, setting yang sedang-sedang saja agar minyak tetap layak pakai hingga beberapa kali. Setelah selesai dipakai, harap selalu bersihkan minyak dari bekas-bekas gorengan. Tidak sedikit ibu rumah tangga yang membiarkan sisa gorengan mengendap, hingga dipakai lagi.

Temperatur pada proses penyimpanan yang paling ideal itu di suhu yang relatif dingin. Kalau disimpan dalam tempat yang berhubungan langsung dengan matahari bisa-bisa minyak mengalami oksidasi. Akibatnya, keadaan minyak yang telah terpakai (masih bening) dengan mudah mengeruh. Minyak yang mudah keruh juga tidak awet saat digunakan untuk memasak kembali.

Dapur memang bukan surganya makanan. Surga makanan umumnya di bawah tudung saji atau meja makan. Tapi, dari dapurlah makanan-makanan akan tercipta. Tanpa makanan yang sehat dan higenis, rasanya tidak mungkin seseorang bisa menjalani aktivitas sebaik-baiknya. Oleh karena itu, memastikan minyak di dapur tidak keruh menjadi persoalan yang serius untuk ibu-ibu muda di rumah.